Bukan buku yang isinya ilmu pengetahuan atau biografi orang besar yang pernah mencacat sejarah. Dulu banget gw emang suka baca buku-buku kayak gitu, apalagi biografi orang. Mengenal orang yang gak lo kenal lewat tulisan itu menyenangkan, lho.
Fyi, biografi pertama yang gw baca adalah tentang Bung Karno. Ya, itu, Soekarno presiden pertama Indonesia!
Bukunya punya alm. mbah kakung gw, yang selalu gw baca diem-diem setiap sore di deket jendela kamarnya. Entah kenapa disitu rasanya menyenangkan. Kalo gak salah gw bacanya sekitar kelas 4 atau 5 SD. Sekarang jangan pernah tanya gimana cerita hidupnya Bung Karno. Jangankan ceritanya, judul bukunya aja gw lupa. Andaikan buku itu masih ada, mungkin bakalan masuk ke dalam deretan buku di lemari buluk gw.
Back to topic...
Ini buku yang baru aja selesai gw baca.
Tapi bukan hal itu yang penting.
Di halaman 400, si tokoh utama wanita yang kehilangan ingatan diceritakan mengenai sebuah 'tradisi' oleh si tokoh pria. Tradisi itu adalah hal rutin yang dilakukan bersama-sama. Pertama kali baca, di kepala gw cuma kepikiran satu kata, "Wow." And that's it!
Dua hari kemudian, tiba-tiba aja 'tradisi' itu melintas lagi di kepala gw. Kemudian gw berpikir, "Alangkah baiknya kalau 'tradisi' itu bisa diterapkan oleh masyarkat Indonesia." Mengingat jumlah populasi manusia yang semakin bertambah setiap hari, lahan yang semakin sempit, jalanan yang semakin macet dan gedung-gedung besar yang semakin bertaburan. Gw rasa kalau setiap masyarakat menerapkan 'tradisi' itu, kota Jakarta, NO, negara gw ini akan menjadi lebih baik. Setiap orang jadi sehat dan begitu juga dengan lingkungan. Win-win solution, kan?
Tapi gw rasa butuh publikasi besar-besaran kalau mau menerapkan 'tradisi' ini di masyarakat luas. Belum lagi kalau harus berhadapan sama respon orang-orang yang pikirannya suka kayak kamar pas di mall-mall. Sempit!
Namanya hal baik emang harus dilakukan dari diri sendiri dulu. Susah kalo ngarepin banyak orang bakal meniru. Dengan metode WOM, nantinya gw yakin kalo 'tradisi' baik ini akan tersebar kemana-mana.
Maka dari itu gw memutuskan,
Jeng... jeng... jeng... jeng...
Bahwa nantinya gw akan mencoba menerapkan 'tradisi' ini. Mungkin dengan sedikit modifikasi supaya hasilnya lebih beragam. Tapi gw juga perlu diskusi sebelumnya dengan orang-orang terkait, karena ini adalah misi bersama. Gw akan selalu berusaha menghargai pendapat orang lain kok. Kalau kita satu visi, lanjut. Kalau gak, yaudah. Tapi, bukannya kalau dijalankan bersama-sama akan lebih baik? *senyum setan*
Yuk, lestarikan negeri kita! Salam untuk Bumi *wink*
Ps: I really think about it! But... yeah... you know... hmmm... he..he..he..

No comments:
Post a Comment