Monday, 25 March 2013

Love Letter: Always Fourteen

Untuk kamu, yang tetap sama dimataku,

How old are you?
17? 19? atau 21?

Aku gak pernah tau, karena aku gak pernah tanya langsung ke kamu.
Yang aku tau, waktu itu kamu udah kuliah dan aku sedang duduk di bangku kelas 2 SMP. Aku bahkan belum genap berusia 14 tahun.

Aku tau kamu hanya sebatas wajah dan nama aja. Sampai suatu ketika disaat Ayah mengajakku pergi bernyanyi dan aku melihat kamu. Kamu ada disitu, bermain dengan musikmu. Di tengah kerumunan orang banyak kamu terlihat bersinar dan membuat mataku terpaku menatapmu. Ah, sepertinya aku jatuh cinta.


How old are you?
18? 20? 22?

Aku gak pernah tau, karena aku gak pernah tanya langsung ke kamu.
Yang aku tau, waktu itu aku gak sengaja menemukan kenyataan bahwa temanku, yang sudah kuanggap seperti saudara, sangat-sangat menyukai kamu. Waktu itu aku baru saja naik kelas 3 SMP.

Aku iri dengan kedekatan kamu dan temanku. Kenapa aku gak bisa ngobrol akrab dengan kamu? Apa kamu tau kalo temenku suka sama kamu? Lalu bagaimana perasaan kamu?

Kamu tau, aku selalu menyamakan jadwal musikmu dengan jadwal hadirku. Aku merengek pada ayah agar dibiarkan pergi sendiri atau aku merayu semua orang untuk dapat menemaniku bertemu kamu. Kamu tau gak?


How old are you?
19? 21? 23?

Aku gak pernah tau, karena aku gak pernah tanya langsung ke kamu.
Yang aku tau, waktu itu aku selalu tertunduk malu kala pandangan kita bertemu. Kadang aku membuang muka supaya kamu gak tau kalau aku sedang tersenyum senang.

Kemudian aku mendengar berita bahwa kamu udah punya pacar. Ternyata kalian udah memasuki tahun ketiga bersama-sama. Apa sih yang aku tau?

Ah, andai  saat aku melihat kamu bermain dengan musikmu dua tahun sebelumnya, aku seharusnya bilang kalau aku suka sama kamu. Tapi aku masih terlalu kecil saat itu. Emang ada anak kuliah yang mau nanggepin anak SMP yang naksir sama dia? Paling dianggap cinta monyet. Tapi kamu dan aku kan bukan monyet!


How old are you?
20? 22? 24?

Aku gak pernah tau, karena aku gak pernah tanya langsung ke kamu.
Tapi aku berusaha ngasih liat ke kamu kalo aku punya rambut baru. Aku cantik, kan?

Kamu ingat gak kita pernah pergi berkemah bersama? Oke, baiklah gak berdua aja, kita pergi bersama teman yang lainnya. Waktu itu kita pernah gak sengaja berada dalam satu tenda yang sama. Kamu harus tau kalau saat itu mendadak saja ada berjuta-juta timah panas di perutku.



How old are you?
21? 23? 25?

Aku gak pernah tau, karena aku gak pernah tanya langsung ke kamu.
Tapi waktu itu aku akhirnya tau wajah pacar kamu. Aku gak sengaja ngeliat dia di jalan. Dia cantik, teramat sangat dan aku sedih. Andai saja hidungnya pesek dan rambutnya keriting afro, aku yakin pasti kamu akan lebih memilih aku.

Aku sudah tau akun facebook kamu. Aku juga sudah tau tempat kamu kuliah dulu, tapi aku gak tau jurusan yang kamu ambil. Menyedihkan.

Oh iya, apa kamu tau saat itu aku juga sudah menginjak bangku kuliah? Tapi mungkin saat itu kamu sudah memasuki dunia kerja. Bener gak? Bagaimana rasanya?


How old are you?
22? 24? 26?

Aku gak pernah tau, karena aku gak pernah tanya langsung ke kamu.
Tapi yang aku tau kalau kamu terlihat tampan dari sisi sebelah kanan. Apalagi ketika kamu bercengkrama dengan musikmu. Rasanya itu kombinasi yang pas.

Waktu itu aku mencoba berbicara sama kamu. Tetapi aku terlalu bodoh sehingga hanya mampu mengucapkan dua patah kata. Kenapa sih aku begini?


How old are you?
23? 25? 27?

Aku gak pernah tau, karena aku gak pernah tanya langsung ke kamu.
Aku hanya dengar mendengar kala itu bahwa kamu sudah putus hubungan dengan pacarmu. Kata orang, berbahagia di atas penderitaan orang lain itu gak baik. Tapi kamu tau kan kalau bahagia itu memang ada di atas derita?

Tetapi aku semakin jarang bertemu sama kamu. Ada apa?


How old are you?
24? 26? 28?

Aku gak pernah tau, karena aku gak pernah tanya langsung ke kamu.
Tetapi aku tau rasanya bahagia ketika aku follow twitter kamu dan kamu balik follow twitter aku. Sebenernya aku gak mau kamu follow balik aku, soalnya kicauan aku di dunia burung biru itu kebanyakan berisi curhatan. Lebih baik kamu gak usah follow balik dari pada kamu follow trus kemudian kamu unfollow aku.

Kamu juga harus tau rasanya ketika pertama kalinya aku timpalin mention kamu dan ternyata kamu cuekin. Sampai-sampai temanku, yang dulu naksir kamu, juga ikutan nambahin ritwitan aku. Kamunya tetep cuek dan gak bales. Rasanya itu... *deep sigh*


How old are you?
25? 27? 29?

Aku gak pernah tau, karena aku gak pernah tanya langsung ke kamu.
Yang aku tau kamu udah punya pacar baru. Aaarrgghh...
Kenapa sih aku suka sama kamu?

Aku semakin sadar bahwa pertemuan-pertemuan kita ini hanya kebetulan semata. Aku sudah sedikit dewasa dan mulai berpikir untuk menikmati momen-momen bersama kamu sebagai kebahagiaan tambahan saja. Menyesapi fakta bahwa jarak kita tidak akan bisa lebih dekat dari ini.

How old are you?
26? 28? 30?

Aku gak pernah tau, karena aku gak pernah tanya langsung ke kamu.
Yang aku tau, kamu sudah semakin dewasa. Aku tersadar bahwa mungkin sudah saatnya kamu berkeluarga. Jika nanti saat itu tiba, aku berjanji akan menuliskan satu lagi surat cinta.

Tetapi aku masih tetap sama.
Setiap melihatmu, aku merasa menjelma menjadi gadis berusia 14 tahun.
Tidak ada yang berubah di antara kita. Ketika aku melihatmu, aku seperti terperangkap dalam suatu masa.
Karena segalanya masih sama. Tatapan aku yang selalu malu-malu, sikap kamu yang selalu cuek dan juga hubungan kita yang gak pernah berubah.

Begitu juga hari ini. Kamu bercengrama dengan musikmu dan aku diam-diam memandangi.
Aku selalu berharap kamu gak pernah sadar kalau aku memperhatikanmu. Kalaupun kamu tau bahwa aku terus memandangimu, berpura-puralah tidak tau. Kalau kamu tiba-tiba mengangkat wajahmu dan balik menatapku pasti wajahku akan semerah labu dan kepalaku akan tertunduk malu. Seperti yang baru saja terjadi beberapa jam yang lalu.

Jangan tiba-tiba muncul di hadapanku atau berdiri di belakangku. Cukup diam di tempatmu dan biarkan aku yang mencari kamu. Jangan menghilang dari pandanganku. Tetap disitu!

Karena beginilah aku mencintai kamu. Sama seperti anak gadis berusia 14 tahun itu.


Jakarta, 24 Maret 2013

Dari aku, yang tidak pernah tau usiamu.

3 comments:

tarydewe said...

ihh kok postingan lo, kalo di kompi gw efeknya kayak goyang sendiri sih??

Katharina said...

lo sambil goyang2 kepala kali ngeliatnya. eh, plis deh komennya yang kecean dikit tar -.,-

tarydewe said...

beneraaannn kayak gelombang air gituuu hahahha