Tadi pagi Nabila nangis nyariin mbah uti. Gw sebel banget deh kalo Bila nangis, suka lebay soalnya. tadi pagi aja dia nangis sambil bilang gini:
"Ibu mana ibu? Ibuuuu... Ibu maafin aku ibu. Ibuuu.. maafin Bila bu.." sambil nangis ngejer trus sujud-sujud di lantai. Dia pikir mbah uti pergi gara-gara barusan dia ngambek minta bikinin susu. heh?
hey, Nabila itu anak kecil yang umurnya belom genap 3 tahun.
kenapa dia bisa begitu? jawabannya karena dia kebanyakan nonton sinetron! Dan juga dia yang paling kecil di rumah, jadinya dia paling di manja dan paling suka digodain. efeknya jadinya ngalem dan lebay!
Sinetron yang paling sering dia tonton itu adalah Putri yang Tertukar, yang barusan dapet piala panasonic award, dan bla bla bla lainnya. Yang pasti itu bukan tontonan yang cocok buat anak-anak jadi plis buat para produser tivi tolong buat acara untuk anak-anak. Jangan cuma mikirin untung dan balesan yang di dapet kayak piala dan lain-lainnya. Pikirin juga beban batin dan juga tanggung jawab pekerjaan, ngasih sesuatu yang mendidiklah!
oke, sekian soal sinetron.
sebenernya saya gak mau cerita masalah itu.
saya berubah.
entah ada yang sadar atau enggak, tapi saya berubah. saya aja baru sadar beberapa minggu yang lalu. komentar seorang teman lama bikin saya sadar sama perubahan saya. bukan komentar kasar atau sindirian, tapi justru sebuah kalimat yang sangat menyenangkan, hampir mirip pujian. kalimat yang udah lamaaaa banget gak pernah saya dengar dari orang-orang disekitar saya. kalimat yang lama-lama hilang seiring sama kepribadian saya.
saya terhenyak waktu denger kalimat dari temen saya itu.
"oh ya? apa bener saya seperti itu? oh iya ya, itu saya. dulu saya seperti itu, dulu" kata-kata itu yang ada di pikiran saya. kemudian pikiran saya mundur, mengulang beberapa memori yang tersisa di ingatan saya. memori di semasa sekolah saya dulu.
"ah, saya berubah" seketika itu juga kata-kata itu yang muncul di pikiran saya. memang gak berubah banyak, tapi tetap aja saya berubah. jujur, saya gak suka.
apa yang berubah? coba tebak..
ada yang bilang orang berubah karena itu adalah sebuah proses menuju kedewasaan. tapi bukan perubahan itu yang saya rasakan. cara berpikir saya juga berubah, ya anggap aja menuju kedewasaanlah, tapi ternyata perubahan yang saya temuin adalah di dalam kepribadian saya. saya berubah menjadi 'bukan' saya.
perubahan. kepribadian dan kedewasaan. beda atau sama?
kalo menurut saya beda.
kenapa? karena dengan kepribadian itulah orang mengenal saya. kedewasaan itu muncul belakangan, menempel sama kepribadian. menempel tapi tidak merusak, istilahnya simbiosis komensalisme. kedewasaan menguntungkan saya dan kepribadaian saya tidak terganggu karenanya.
tapi kepribadian saya 'rusak', bukan karena kedewasaan. saya merasa ini lebih disebabkan karena keadaan dan lingkungan yang sekarang. saya prihatin sama orang-orang yang mengenal saya beberapa tahun belakangan ini. kenapa (lagi)? karena mereka gak bisa melihat saya yang sebenarnya. kepribadian saya yang kadang membuat saya bangga itu hilang. gak bisa saya tunjukan ke mereka, atau sebenarnya sudah pernah saya tunjukkan tapi mereka gak bisa melihatnya. ahh, betapa kurang beruntungnya mereka~
nah, saya sekarang sedang sibuk mengukur perbedaan antara saya yang dulu dan sekarang.
hasilnya: saya rindu saya yang dulu!
No comments:
Post a Comment