tiba-tiba saja aku senang memandang pintu.
entah apa yang aku tunggu.
sebentar aku terhanyut dalam kerjaku, mengutak-atik angka, bermain kata dan menyusun cerita.
tapi dia menarik perhatian ku. membuat mata kembali
memandangnya.
anehnya, aku tidak merasa bosan.
aku malah terus menatapnya dengan senyuman, lengkap dengan binar mata penuh harapan.
menunggu seseorang yang akan datang, entah kapan.
entah apa yang aku tunggu.
sebentar aku terhanyut dalam kerjaku, mengutak-atik angka, bermain kata dan menyusun cerita.
tapi dia menarik perhatian ku. membuat mata kembali
memandangnya.
anehnya, aku tidak merasa bosan.
aku malah terus menatapnya dengan senyuman, lengkap dengan binar mata penuh harapan.
menunggu seseorang yang akan datang, entah kapan.
2 comments:
mak, sejak kapan lo mulai mahir berpuisi?
sejak aku jatuh cinta nak :)
Post a Comment