Monday, 6 July 2009

PINTU.

tiba-tiba saja aku senang memandang pintu.

entah apa yang aku tunggu.

sebentar aku terhanyut dalam kerjaku, mengutak-atik angka, bermain kata dan menyusun cerita.

tapi dia menarik perhatian ku. membuat mata kembali
memandangnya.

anehnya, aku tidak merasa bosan.

aku malah terus menatapnya dengan senyuman, lengkap dengan binar mata penuh harapan.

menunggu seseorang yang akan datang, entah kapan.

2 comments:

Lidya Pawestri Ayuningtyas said...

mak, sejak kapan lo mulai mahir berpuisi?

Katharina said...

sejak aku jatuh cinta nak :)